Keberadaan musik pada teater dan
tari sangatlah penting, karena selain berpengaruh terhadap aktor dan penari (emosi aktor dan penari dapat dicapai melalui musik), juga berpengaruh terhadap
emosi penonton dalam menuntun atau mengapresiasi sebuah karya teater atau
tari
Musik untuk teater dan tari pada penggarapannya sangatlah bebas bentuknya,
dalam arti musik disesuaikan dengan adegan pada naskah. Meskipun demikaian,
musik pada teater (tari) bukanlah sekedar musik “pelengkap” yang hanya
berfungsi sebagai “pengekor” pada naskah. Pada proses penggarapan musik harus
selalu ada kesepakatan antara seorang penata musik, sutradara dan pemain
tentang kesesuaian musik dengan adegan atau sebaliknya, adegan yang
menyesuaikan terhadap musik. Musik pada pertunjukan teater (tari) memang
bukan untuk disajikan untuk keperluan pementasan musik, melainkan satu kesatuan
yang berfungsi sebagai media untuk memperkuat dalam pengungkapan apa yang
dimaksud dari naskah yang akan dipentaskan. Salah satu contoh, terdapat sebuah
adegan yang tidak bisa atau tidak mungkin digambarkan secara visual oleh aktor
atau penari, maka musik yang memungkinkan untuk mengungkapkan atau
menggambarkan dalam bahasa musik tentang apa yang dimaksud oleh adegan
tersebut, dalam hal ini penata musiklah yang harus berperan.
Musik pada pertunjukan teater dan tari
pada dasarnya berfungsi sebagai “penguat” sebuah cerita yang terdapat pada naskah. Namun, pada kenyataannya musik pada teater (tari) bisa berfungsi lebih dan berperan sangat penting. Terdapat beberapa fungsi tentang tentang peranan musik sebagai ilustrasi pada pertunjukan teater, yaitu :
pada dasarnya berfungsi sebagai “penguat” sebuah cerita yang terdapat pada naskah. Namun, pada kenyataannya musik pada teater (tari) bisa berfungsi lebih dan berperan sangat penting. Terdapat beberapa fungsi tentang tentang peranan musik sebagai ilustrasi pada pertunjukan teater, yaitu :
1.
Musik
Pembuka (Overture)
Berfungsi untuk memusatkan perhatian penonton pada pertunjukan yang
akan disajikan, sekaligus memberitahukan bahwa
pertunjukan akan dimulai. Oleh karena fungsinya untuk memusatka perhatian
penonton, maka komposisi musik pembuka harus dapat menarik perhatian penonton.
2.
Musik Penutup
Musik yang berfungsi untuk memberitahukan penonton bahwa
pertunjukan telah selesai. Musik penutup ini memungkinkan sekali terjadi
kesamaan bentuk komposisinya dengan musik pembuka atau dengan musik lainnya.
3.
Musik Pergantian Babak
Setiap pergantian babak pada pertunjukan teater (tari) alangkah baiknya dan
senantiasa diciptakan komposisi musik yang relatif pendek. Komposisi musik ini
berfungsi untuk menjaga stabilitas emosi penonton dalam menghantarkan suasana
ke babak selanjutnya, selain berfungsi juga sebagai persiapan pada aktor dan
stage crew.
4.
Musik Ilustrasi
Musik yang berfungsi membantu mengungkapkan suasana batin aktor dalam penokohan
yang ada dalam cerita pada babak atau adegan tertentu. Komposisi musik ini
harus bisa membantu aktor dalam mengungkapkan ini hati si aktor, oleh karenanya
proses dialog dan kesepakatan antara aktor dan penata musik sangat diperlukan.
5.
Musik Sound Track
Sebuah komposisi musik yang biasanya berbentuk lagu atau nyanyian dengan teks
yang tema dari lagu atau nyanyian tersebut menjadi tema utama atau pokok dalam
cerita.
6. Musik Theme Song
Musik Theme Song adalah musik yang diilhami oleh tema-tema yang dianggap
penting dalam sebuah cerita. Musik ini bisa membawakan beberpa karakter sesuai
dengan tema adegan pada sebuah cerita dan kadang-kadang disajikan dalam bentuk
instrumen.
7. Musik Penokohan
Komposisi musik yang digarap khusus sebagai ciri khas dari kemunculan seorang
tokoh. Musik ini harus bisa menjelaskan dan menggambarkan karakter tokoh yang
muncul, sehingga penonton akan tahu bahwa dengan dimainkannya musik tersebut
berarti akan muncul tokoh yang menjadi ciri daripada musik tersebut.
8. Musik Aksentuasi
Berfungsi untuk memperjelas maksud dari gerakan aktor. Meskipun pada
kenyataanya suatu gerakan manusia tidak berbunyi secara jelas, misalnya ketika
dalam sebuah cerita seseorang dikisahkan memukul lawannya, untuk memperjelas
gerakan tersebut maka dipertebal dan diperjelas melalui musik aksentuasi.
9. Musik Setting
Musik yang menyajikan tau mengungkapkan tempat dan waktu terjadinya suatu
peristiwa. Salah satu contoh misalnya peristiwa malam hari disebuah hutan atau
disuatu pedesaan, musik mempunyai peranan penting untuk mengungkapkan keadaan
tersebut secara auditif melalui bunyi-bunyi asosiatif atau kreatif tentang
suasana tersebut. Secara teknis iringan musik ini harus ada kesinambungan
antara suasana, gerak dan musik.
10. Musik Pelebur Emosi
Artinya menghancurkan atau membuyarkan emosi yang telah
terbimbing dari adegan-adegan sebelumnya, kemudian dilebur secara sengaja agar
penonton sadar bahwa yang mereka lakukan hanyalah sebuah sandiwara.
Keberadaan dan peranan musik pada pertunjukan teater (tari) sangatlah penting, sehingga pementasan teater (tari) akan terasa tidak
“hidup” tanpa unsur-unsur musikalitas. Hal itu dikarenakan bahwa musik bukan
hanya sekedar pengolahan bunyi yang harmonis saja, tetapi didalam musik
terkandung juga irama, ritmis, dinamik, tempo, rasa serta jeda. Segala bentuk
bunyi dan jeda atau diam tanpa bunyi, ketika itu sudah diolah dan digarap oleh
manusia, maka hal itu menjadi sebuah komposisi musik. Manusia yang sedang
berbicara dengan tempo dan dinamik yang teratur ataupun tidak, warna suaranya,
intonasi, frase dan ketepatan “timming” ketika terjadi dalam dialog
teater , secara tidak langsung senua itu harus dengan perasaan, pemikiran,
tindakan, dan semua itu merupakan bagian dari komposisi musik Musik ada pada
diri dan kehidupan kita, pada denyut nadi, jantung, langka-langkah manusia dan
berbagai hal yang dilakukan manusia.
Teater
dan Tari bisa jalan tanpa alat musik, tetapi tidak mungkin hidup unsur tanpa
musikal.
Fungsi khusus ilustrasi antara lain:
·
Memberikan
bayangan setiap karakter di dalam cerita
·
Memberikan
bayangan bentuk alat-alat yang digunakan di dalam tulisan ilmiah
·
Memberikan
bayangan langkah kerja
·
Mengkomunikasikan
cerita.
·
Menghubungkan
tulisan dengan kreativitas dan individualitas manusia.
·
Memberikan
humor-humor tertentu untuk mengurangi rasa bosan.
·
Dapat
menerangkan konsep yang disampaikan
Tidak ada komentar :
Posting Komentar